Saturday, July 29, 2023

Mudahnya Membayar PBB Secara Online (Kota Surabaya)

Haaai

Setiap akhir Juli saya punya tugas untuk membayar pajak rumah atau pajak bumi dan bangunan (PBB). Tahun-tahun sebelumnya untuk membayar pajak tersebut saya harus meluangkan waktu datang ke bank karena pembayaran hanya bisa dilakukan melalui Bank Jatim (sepengatuna saya waktu itu).

Kemarin waktu kakak mengingatkan utnuk bayar bayar, otomatis saya langsung kebayang harus datang ke bank waktu jam istirahat siang yang pasti panas dan harus antri T.T

Karena gak mau antri dan panas-panas di jalan akhirnya searching di google apa bisa bayar PBB secara online. 

Daaan ternyata BISA !!!!

Berikut langkah pembayaran PBB secara online (untuk daerah Surabaya)
1. Buka web pbb.surabaya.go.id
2. Isi NOP
3. Pilih metode pembayaran (Virtual Account atau QRIS)
4. Download Informasi Data Pembayaran (kemarin saya pake QRIS)
5. Lakukan pembayaran
6. Selesai

Sudah bayar, bukti SPPT nya mana? 
Bagaimana cara mendapatakan e-SPPT nya?
Tenang 
Gak usah panik (kemarin saya panik sih T.T)

Langkah mendapatkan SPPT
2. Masukkan NIK dan NOP
3. Download filenya
4. Cetak
5. Selesai


Yaaay 

Gak sampe 10 menit udah selesai semua proses pembayarannya dan tinggal download SPPTnya.

Mudah banget sih hidup ini tuh. Gak ada yang lebih menantang apa???  笑


Last but not least, thanks to pemkot Surabaya. Makin cinta kan sama Surabaya jadinyaaaaa πŸ˜†

Saturday, July 22, 2023

Mia Pertama Kali Main ke GWALK : Surabaya Rasa Singapore

Minggu lalu teman kantor kirim reels yang isinya cafe lucu dan ngajak main kesana. 
Sebenarnya saya sedang dalam fase berhemat, tapi karena beberapa kali sudah nolak diajak jalan akhirnya kali ini saya mengiyakan.

Kamis kemarin sepulang kantor kami bertiga naik grabcat menuju cafe tersebut yang lokasinya berada di GWALK. Di mobil kami sudah riweuh pilih menu apa yang nanti akan dipesan. 

Setelah hampir 30 menit akhirnya nyampe juga di GWALK. Karena jalannya lumayan rame kami turun di area parkir jadi gak sampe di depan cafe yang kami tuju.


Belum juga turun mata saya udah "silau" sama lampu-lampu yang ada di GWALK.

Hey ! Ini mirip di Singapore gak sih!??

Turun dari mobil hati kami sudah mulai goyah. 

"Ini langsung ke cafe apa jalan-jalan dulu nih?"

"Jalan-jalan dlu aja gimana? cari makan di sini. Nanti dessertnya baru di cafe"

"Ok"

Jantung saya udah deg-degan saking bapernya karena suasananya bener-bener suasana yang saya banget. Sepanjang jalan ada lampu warna-warni. Sepanjang jalan juga banyak stall makanan dan minuman dengan berbagai pilihan. Mulai dari yang halal, non halal, Indonesia, barat, Jepang, Korea, Thailand dsb




Sepanjang jalan saya cuma bisa bilang "waahh......" mau ini mau itu. 

Makin dieksplore makin keren sih GWALK ini ! 
Gak cuma tempat makan berat tapi tempat ngopi juga banyak macem. Bahkan coffeshop yang selama ini pengen saya datengin ternyata ada di sini.  Aaaagghhhh apa-apaan iniiiiii.


Suasananya beneran pedestrian friendly. Beneran seperti di luar sana. Konsepnya kayak outdoor indoor gitu lho. Tapi banyak glyang duduk di outdoornya. Bayangin ngobrol santai sambil lihat lalu lintas jalanan dan lampu-lampu gemerlapan.

Haaaaah. Kayak gak lagi di Surabaya.

Btw kata google GWALK ini sudah buka dari tahun 2005. Hey ! Kemana aja gue koq gk pernah kesini. Padahal GWALK deket banget sama kampus.

Ya udahlah ya. Kalopun dulu ke GWALK pasti gak bisa nyobain macam-macam karena belum punya uang sendiri T.T

Gak ada kata terlambat memang. Allah mengenalkan GWALK di waktu yang tepat :P


Pengen kesana lagiiiii. Nyobain makanan lainnyaaa.

Eeh, akhirnya gimana? 
Jadi ke cafe yang direncanakan dari awal?

NGGAK !


Karena di GWALK banyak tempat makan lucu dan MURAH MU-RAH (pake capslock biar mantep) jadi ke cafe-nya next (gak tau kapan. Mahaaal soalnya :P)

Bagi yang suka makan, ngopi, dan eksplore tempat baru, bisa banget dicoba. Beneran suasananya aaaahhh mbuhlaaah. Saya banget pokoknya T.T



Sunday, July 9, 2023

Nostalgia bersama Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun Majalah Bobo

Dapat bonus stiker

Judul : Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun Majalah Bobo
Penerbit : Grid Network (Kompas Gramedia)


Berawal dari scroll-scroll instagram kemudian muncul akun majalah bobo yang posting katanya dalam rangka ulang tahun majalah bobo yang ke-50 majalah bobo akan menerbitkan edisi koleksi terbatas yang berisi 100 halaman yang bisa dipesan lewat e-commerce

50 CERITA TERBAIK SEPANJANG MASA !

Nah !!

Sebagai pecinta cerpen majalah bobo, siapa yang gak fomo. 
Akhirnya saya ikutan PO lewat Shopee.

Setelah menunggu kurang lebih 2 minggu akhirnya dikirim juga majalahnya. Waktu dapat notifikasi dari Shopee kalo barang sudah diterima rasanya pengen cepat-cepat pulang kerja haha

REVIEW !

Sampe rumah udah ada paket di meja, gak sabar mau buka. Waktu dibuka, waaah keren covernya. Macam hardcover gitu kan. Gak rugi lah bayar 75ribu, pikir saya waktu itu. 

Tapi...

Pelan-pelan saya buka isinya...

Mana cerpennya T.T

Kenapa isinya cergam semua.

Sedih T.T

Isi majalahnya : sejarah majalah bobo, silsilah keluarga bobo, Nirmala dan Oki, Paman Kikun, Husen dan Asta, Bona dan Rong-rong dll

Kalo yang suka baca majalah bobo dari dulu pasti paham ya kalo isi majalah bobo itu bisa dikategorikan menjadi 3 :
1. Cergam (cerita bergambar)
2. Cerpen (cerita pendek)
3. Ilmu pengetahuan 

Seperti tagline-nya :
"Bobo, Teman Bermaun dan Belajar"

Jadi agak kecewa awalnyaa. Mana cerpenku min manaaaa?. Padahal di halaman depan tertulis 50 Cerita Terbaik Sepanjang Masa. Saya kira cerpen kaan. Huhu. Yang dikangenin dari bobo kan cerpennya. Karena memang cerita bagus-bagus.

tuh, tulisannya aja cerita terbaik kan kita mikirnya cerpen hiks 


Waktu buka instagram ternyata bukan saya sendiri yang agak kecewa karena gak ada cerpen, yang lain juga merasakan hal yang sama. Hiks.

Daripada terus kecewa dan sedih karena gak ada cerpen, akhirnya saya mulai menerima kenyataan dan membaca majalah (yg isinya cergam semua) halaman per halaman.

Entah kenapa rasa kecewa yang saya rasakan pelan-pelan menghilang.

Lho koq bisa

Saya juga gak paham

Apalagi waktu tau kita bisa akses e-magazine terbitan Grid Network dan Bobo.id+ gratis dengan scan kode QR  yang ada di halaman awal.

Gak pake lama langsung saya scan kode QR dan mengisi data diri di gform. Beberapa menit kemudian dapat email konfirmasi kalo saya sudah bisa akses e-magazine. 

Yaaay

Alhamdulillaah
Yokatta

Meskipun agak kecewa karena gak ada cerpennya, tetap mau bilang terima kasih kepada Redaksi Majalah Bobo dan semuanya. Terima kasih sudah menemani masa kanak-kanak saya.Terima kasih sudah menerbitkan Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun Majalah Bobo yang membantu saya mengingat dan memunculkan kembali semangat anak-anak dalam diri saya. 

Terima kasih Bobooooo

Terakhir, semoga ada batch 2 yang isinya cerpen semua ❤   #tetepberharap 


Monday, April 24, 2023

Film To Each His Own : Mengenal Sisi Gelap Dunia Kerja Jepang

Hai !

Kali ini saya mau cerita tentang film yang minggu lalu baru saya tonton yang berjudul To His Each Own.


To Each His Own (γ‘γ‚‡γ£γ¨δ»Šγ‹γ‚‰δ»•δΊ‹γ‚„γ‚γ¦γγ‚‹) film ini bercerita tentang seorang karyawan yang bernama Aoyama Takahashi (Asuka Kodo). Aoyama bekerja di bidang penjualan. Aoyama seorang karyawan yang rajin. Tetapi tekanan di tempat kerja membuat hari-harinya terasa suram yang membuatnya memutuskan untuk bunuh diri........

Yamamoto Jun (Sota Fukushi), seseorang yang berkepribadian ceria dan suka menggunakan baju berwarna cerah. Kehadiran Yamamoto membawa perubahan dalam hidup Aoyama. Yamamoto mengaku sebagai teman masa kecil Aoyama. Padahal Yamamoto sebenarnya sudah meninggal tiga tahun yang lalu.....

Nah.. koq bisa? Penasarankan? Tonton ajaa 😁 

-----

Sisi Gelap Dunja Kerja Jepang

Kalau berbicara tentang Jepang selama ini kita taunya yang positif-positi ya. Misal orang Jepang itu rajin, pekerja keras, tepat waktu, disiplin dan sebagainya. Tetapi setelah menonton film To His Each Own kita ditunjukkan sisi lain dunia kerja Jepang yang terbilang gelap. Berikut sis gelap versi saya berdasarkan film To His Each Own :

1. Jam kerja yang panjang 
Aoyama sering kerja sampe malam. Kerja lembur tapi tidak dibayar, yang dia terima hanya gaji pokok, sedih ya. 

Di Jepang sendiri sebenarnya ada istilah Karoshi (過労死) kematian akibat kelelahan bekerja. Kerja overtime melebihi batas kerja profesional sehingga mempengaruhi kesehatan mereka. 

Di film ini tidak ditunjukkan mengenai kematian karena kelelahan bekerja, tidak mati secara firik, tapi secara mental iya. 

2. Power Harrasment (パワハラ)
Sepanjang film ini kita ditunjukkan bagaima Aoyama mengalami power harrasment atau yang biasa disebut パワハラ yang dilakukan oleh bosnya.

パワハラ/pelecehan kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang posisinya lebih tinggi di sebuah perusahaan menggunakan kekuasaannya untuk menyakiti bawahannya atau membuat tidak nyaman sehingga menimbulkan sakit secara psikologi maupun fisik.

Contoh-contoh パワハラ yang muncul dalam film ini adalah meneriaki karyawannya, melempar barang, memberi tugas yang berlebihan, merusak pencapaian karyawannya (tidak ada apresiasi)


Salah satu peraturan yang ada di perusahaan Aoyama 


3. Bunuh diri 
Ada salah salah satu scene di film dimanna Aoyama berbicara dengan dirinya sendiri bahwa sebenanrnyabdia ingin berkontribusi untuk perusahaannya, tetapi teriakan dari bosnya membuat dia ngblank dan tidak bisa berpikir apa-apa. 

Aoyama tidak hanya kelelahan secera fisik karena sering bekerja sampai malam, tetapi dia juga lelah secara mental menghadapi atasan yang selalu berteriak dan mengucapkan kata-kata kasar serta kekerasan fisik maupun psikologis lainnya.

Aoyama lelah tapi ketika di rumah dia tidak pernah bisa tidur memikirkan besok masih bertemu dengan atasannya, menunduk, berlutut dan mengucapkan sumimasendeshita - moushiwake arimasendeshita berkali-kali dan dipermalukan di depan karyawan lainnya.

Kalau kelelahan fisik bisa menyebabkan karoshi, kelelahan secara mental bisa menyebabkan bunuh diri.
Wajah putus asa Aoyama 

"Kalau orang bekerja untuk hidup, apa ini yang dinamakan hidup....." -Aoyama- 

-----
Jadi gimana? Aoyama tetap bertahan di perusahaan atau resign? Aoyama masih hidup atau...?


Terakhir, mari kita tutup tulisan ini dengan senyum lega dari Aoyama πŸ–€


Thursday, April 20, 2023

5 Youtube Channel That Change My Life

Selamat pagii
Libur hari pertama menjelang lebaran. Bangun tidur biasanya langsung siap-siap berangkat kerja sekarang ada waktu untuk santai sebentar.

Akhir-akhir ini saya mengurangi penggunaan media sosial dan mengisi hari libur saya dengan nonton youtube. 
Kenapa?

Tiap lihat Instagram tidak tau kenapa selalu merasa kurang. Kurang baik, kurang pinter, kurang kaya, kurang bahagia, dan kurang-kurang lainnya. Atau malah juga tiap lihat Instagram malah merasa lebih. Lebih baik, lebih pinter, lebih keren, lebih bijak, lebih menderita, lebih merasa tersakiti dan lebih-lebih lainnya. 

Berbicara mengenai youtube, ada beberapa channel di youtube yang membuat saya jadi lebih baik secara fisik dan mental. Lebih bisa mengatur apa yang kita pikirkan. Seperti yqng sering kita dengar bahwa kebahagiaan dan kesedihan sebernya semua berasal dari apa yang kita pikirkan.

Berikut 5 channel youtube yang saya subscribe yang saya rasakan dapat mengubah hidup dan pikiran saya :
1. The Minimalist

The Minimalist merupakan dua orang Amerika yang terdiri Joshua dan Ryan. Mereka berdua memperkenalkan gerakan gaya hidup minimalisme. Selain melalui youtube, blog, dan podcast, mereka juga mengajak kita untuk belajar gaya hidup minimalis melalui film yang merrka buat LESS is NOW yang tayang di Netflix.

Makin banyak barang bukannya malah bahagia tapi malah kayak makin ruwet hidup tuuh. 

Dari The Minimalist saya belajar : 
1. Beli barang sebutuhnya bukan seinginnya. 
2. Beli barang karen kita memnag suka, buka karena ingin dilihat orang yang kita gak suka. Nah lho ! Beli barang karena kita suka dan kita pakai kemudian kita merasa bahagia, it's ok. Yang gak ok itu ketika kita beli barang kemudian diposting di media sosial berharap mantan atau orang yang kita tidak suka melihat kita yang terlihat lebih keren sekarang :P


2. Jay Shetty

Jay Shetty merupakan youtuber, podcaster dan life-coach keturunan India yang lahir dan besar du Inggris. Jay Shetty dikenal dengan podcastnya yang bernama ON PURPOSE.

Pertama kali tau Jay Shetty waktu teman posting bukunya yang berjudul THINK LIKE a MONK. Dia cerita isinya bagus. Banyak wisdom di dalamnya. Setelah tanya-tanya di google ternyata Jay Shetty pernah menjadi seorang biksu. Aaah pantes judul bukunya Think like a monk. Itulah yang membuat saya tertarik untuk follow maupun subscribe channel Jay Shetty. Saya penasaran bagaimana cara berpikir seorang biksu.

"The arrogant ego desires respect, whereas the humble worker inspires respect.”


3. Mel Robbins
Mel Robbins adalah seorang pemandu acara TV, penulis buku serta motivator asal Amerika yang dulunya seorang pengacara. Saya suka materi yang disampaikan, ada relationship, dreams dll. Cara penyampaian yang tegas lugas, tidak didramitisir atau dilebih-lebihkan jadi daya tarik tersendiri buat saya. Energi positifnya kerasa sekali.

Berikut quotes favorit saya : 
"The most important relationship you have in life is the one you have with yourself"

"This moment is preparing me for someting amazing that hasn't happened yet"


4. Lavendaire
Lavendaire, channel youtube yang isinya tentnag personal growth dan lifestyle. Ini channel youtube pertama yang mengenalkan saya tentang self-love, journaling, dan meditasi. 


5. Lewis Howes
Lewis Howes, podcaster serta penulis buku asal Amerika yang dulunya adalah pemain sepak bola. Suka liaat pembawaannya yang tenang, dewasa (dan ganteng) haha #maafkan 

Kutipan dari Lewis Howes yang paling saya ingat, dalam relationship cinta saja gak cukup. Tapi juga dibutuhkan kesamaan value, visi dan gaya hidup. 


Gegara 5 channel yang saya sebutkan tadi screen time saya jadi meningkat. Kalau hari kibur biasanya maksimal 4 jam. Akhir-akhir ini bisa naik sampai 6 jam. Gak selamanya screen time itu buruk selama naiknya juga bisa menaikkan value buat diri kita. 

Tuesday, April 4, 2023

Tuhan Ada di Hatimu


Haaaai April

Mari awali bulan April dengan posting buku kedua dari Habib Ja'far yang sebenarnya sudah saya selesai baca bukan Maret kemarin.

Langsung ke intinya saja,
Sama seperti buku Seni Merayu Tuhan, dalam buku inipun Habib Ja'far semacam mengingatkan bahwa kita tidak boleh sombong ataupun putus asa. Bagi yang merasa sudah baik ibadahnya jangan merasa sombong dan memandang rendah orang lain. Sedangkan yang merasa banyak bikin dosa jangan putus asa minta ampunan sama Allah, yakin kalo Allah akan mengampuni dosa yang sudah kita lakukan tapi juga jangan mentang-mentang yakin Allah Maha Pengampun tapi malah keterusan bikin dosanya. 

------
Mau nulis ini rasanya berat. Yakin Mia mau nulis ini? gak pantes deh. Pasti yang tau cerita saya bakal ngomong gitu dalam hati atau malah ngomong langsung.

------
Saya juga sebbenarnay merasa gak pantes. Tapi buku isi buku ini terlalu bagus untuk saya simpan sendiri....


19 JANUARI: COMING FOR THIS !

Happy (belated) birthday, Do Kyung Soo ! Hai ! It's been a while Akhirnya bisa nulis blog lagi setelah setahun gak saya buka sama sekali...