Thursday, March 7, 2024

Sertifikat JTEST Pertamakuuu




Tepat tanggal 1 Maret kemarin sertifikat JTEST yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga.

Sertifikat dikirim menggunakan TIKI  ke alamat masing-masing sesuai dengan alamat yang kita cantumkan ketika awal pendaftaran dulu.


Tiga hari sebelum sertifikat datang, pengiriman sertifikat sudah diinfokan melalui instagram JTEST. 

---

Sore itu waktu mau pulang kerja tiba-tiba teman kantor ngasih amplop coklat sambil manggil nama saya ala-ala kurir pos, " HEL-MI-AAAA".

Saya ambil amplop coklatnya dan baca pengirimnya, aaaah JTEST Indonesia !!! Sertifikatkuuu !! 

Isi amplopnya ternyata tidak hanya sertifikat. Tetapi ada hasil analisis jawabnnya juga. Jadi total ada 4 dokumen yang saya dapat. Waaaaah

---

Intinya saya seneng banget lulus JTEST. Saya bisa mengalahkan rasa malas dan keraguan dalam diri saya sendiri. 

---
Selanjutnya, meskipun sekarang sudah lulus JTEST Level C saya masih ingin ikut ujian JLPT N2 atau mungkin langsung lompat N1?

Let see

🖤

Sunday, February 11, 2024

Kesan Ikut Ujian J-TEST di Jogja




Haaai

Sebelumnya saya sudah cerita tentang J-TEST itu apa serta hasil ujian saya. Sekarang saya mau cerita kesan waktu hari pelaksanaan ujian.

Ujian dilaksanakan pada tgl 14 Januari 2024 jam 10.00 WIB bertempat di Universitas Kristen Duta Wacana Jogja. 

Dari kos saya naik KRL paling pagi yaitu jam 06.26 WIB supaya nyampe tempat gak buru-buru dan masih cek lokasi juga.

Tempat menggantungkan impian 🙈

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam sampai juga di stasiun Lempuyangan. Dari stasiun Lempuyangan tinggal jalan kaki kira-kira 5 menit. Dari kejauhan sudah terlihat tulisan UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana).

UKDW terlihat dari kejauhan

Saya pilih jalan kaki karena sekalian nyari toko fotokopi atau minimarket buat beli penghapus. 

Pas di depan kampus ada LAWSON !! Seneng banget sayaa. Berasa ketemu teman lama haha. Masuk Lawson cuma buat beli lenghapus dan ternyata gak ada. Akhirnya jalan kaki lagi ke Indomaret yang alhamdulillah sepanjang jalan itu ada Alfamart dan Indomaret berjejeran. Mungkin marena memang daerah kampus ya. 


Jalan kaki sepanjang jalan buat cari penghapus


Setelah dapat penghapus saya langsung menuju lokasi ujian. Tanya pak satpamnya gedung xxx di mana. Bapaknya ramah sambil nunjukin gedung yang saya cari.

Awalnya agak kagok mau masuk karena secara itu kan Universitas Kristen dan saya berhijab jadi kayak agak gimana gituu.
"Ini saya boleh masuk gak ya?"
"Ini saya aneh gak ya masuk siniii"

Biasalah ya Mia yang selalu overthingking...


Cerah banget hari ituu kayak masa depan 🐣

Karena saya datangnya terlau awal jadi suasana masih sepi. Tetapi ruangan untuk ujian sudah dibuka dan tiap ruangan kayak diputer lagunya Kenny G dan liriknya ada di layar depan kelas. Daaan pas banget waktu itu lagu yang diputer adalah You Raise Me Up. Gimana gak meweek saya (dalam hati tapi). Kayak semacam Allah ngasih tau, "Mia, Allah temani kamu mengerjakan ujian nanti ya. Jadi ayo semangaat"..

Tumbler kesayangan isi kopi dan map tempat kartu ujian. Map ini saya beli di Fushimi Inari (gak ada yg nanya)

Waktu bingung nyari ruang ujiannya di mana, ada mbak/ibu berjilbab juga lewat ke arah saya sambil nanya mau ujian level apa. Daan ternyata beliau adalah pengawas ujian level A-C, level yang saya ambil. 
Halooo senseeei.

Waktu sudah menunjukkan jam 09.00 WIB makin banyak peserta yang datang. Kebanyakan masuk ruang ujian level F-G dan D-E. Kalau dari sugata-nya sepertinya mahasiswa dan calon pemagang. Sedangkan ruang ujian level A-C hanya 3 orang. Saya dan 2 orang lagi adalah sensei dari salah satu LPK di Jogja. 

Tata tertib ujian


Sebelum ujian dimulai pengawas menjelaskan tata tertib ujian dan waktu pelaksanaan ujian. 
Ujian terbagi jadi dua sesi yaitu Dokkai dan Choukai. Selama ujian tidak boleh ke toilet dan tidak ada jeda istirahaat dari dokkai ke choukai.

Setelah mengerjakan ujian dokkai saya izin ke toilet gak boleeh. Beneran gak boleh. Jadi saya harus nahan ke toilet hampir 45 menit. Fiuuh untung masih bisa fokus mengerjakan soal Choukai. Kalau ikutan J-TEST lagi gak boleh minum terlalu banyak sepertinya.

Tepat jam 12.30 ujian selesai. Alhamdulillaah. Langsung pulaang. Gak kemana-mana. Padahal dekat kampus ada Galeria Mall. Tapii tapiii lagi mode hemat. Gak boleh jajan. Sudah Mia pulang ayook. Karena siangnya Jogja ternyata lanas banget akhirnya sata memutuskan dari gojek ke stasiun. 

Sambil nunggu jadwal KRL datang saya ngadem dulu di mushola sambil nulis jurnal apa yang saya rasakan hari itu. Rasanya campur aduk. Seneng, lega, deg-deg an, terharu. Nano-nano rasanyaa. 


Soal boleh dibawa pulang


Tapi yang pasti, saya tidak pernah merasa sesemangat ini waktu ikut ujian bahasa Jepang. Apa ini yang yg dirasakan teman-teman dulu waktu ikut ujian buat dapat beasiswaa. Dan saya merasakannya sekarang. 


Terima kasih bapak petugas KRL yang sudah mecarikan saya tempat duduk
Terima kasih senseei pengawaas yang sudah mengajak kami bercerita supaya gak nervous menjelang ujian
Terima kasih bapak gojek yang sudah mengantarkan saya ke stasiun


Aaaah sekian cerita sayaaa. Mari kita semangat menakhlukkan challenge berikutnyaaa..

Wednesday, February 7, 2024

Pertama Kali Ikut Ujian JTEST dan LULUSSS !!!



Hasil Ujian




Haaai
Haaaiii
Haaaiiiii

Dari kemarin seneng banget karena saya lulus ujian J-TEST Level A-C
Alhamdulillaaaah...

Bagi yang belum tau apa itu J-TEST  
J-TEST itu hampir sama seperti JLPT/Nouken. Ujian kemampuan bahasa Jepang yang sertifikatnya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan, mendapatkan beasiswa, ataupun melanjutkan sekolah ke Jepang.

Saat ini sertifikat J.Test bisa digunakan untuk persyaratan visa Kenshuu (magang), Tetapi belum bisa digunakan untuk persyaratan visa Tokutei Ginou.


Perbedaan J-TEST dan JLPT

Level/tingkat :
1. Level A-C : setara N1 dan N2 (minimal 600 poin)
2. Level D-E : setara N3 dan N4 
3. Level F-G : setara N5

Waktu pelaksanaan :
J-TEST diselenggarakan enam kali dalam setahun (bulan ganjil), sedangkan JLPT hanya dua kali yaitu di bulan Juli dan Desember.

Biaya pendaftaran :
JLPT  RP 225.000
J-TEST Rp 500.000

Jenis soal :
JLPT pilihan ganda - soal tidak boleh dibawa pulang
J-TEST pilihan ganda dan isian - soal boleh dibawa pulang (3 hari kemudian kunci jawaban bisa dicek di web)

Pengumuman hasil : 
JLPT sekitar 2 bulan pasca ujian
J-TEST sekitar 3 minggu pasca ujian


Poin kesetaraan J-TEST dan JLPT


Jadwal J-TEST 2024



Saya ikut J-TEST karena keperluan pekerjaan. Di kantor yang sekarang bagi karyawan yang punya sertifikat JLPT N2/N1 akan mendapatkan tunjangan yang nominalnya lumayaaaaaaaan. Lumayan saya bisa dapat gaji seperti waktu dulu kerja di Surabaya. Pihak perusahaan memperbolehkan ikut JLPT/J-TEST/NAT-TEST.

Kenapa gak ikut JLPT?
Saya telat daftarnya. Kehabisa kuota. Jadi JLPT Desember kemarin saya gak ikut. Padahal saya yakin lulus lhoo :P

Akhirnya Desember kemarin saya daftar ikut J-TEST. Kenapa J-TEST?karena di Jogja ada. Sedangkan kalau NAT-TEST adanya di Surabaya dan Jakarta. Kejauhan. 

15 Desember 2023 saya daftar J-TEST
14 Januari 2024 pelaksanaan ujian 
6 Februari 2024 pengumuman hasil
*sertifikat akan dikirimkan setelah 2 minggu pengumuman hasil ujian

-------


Next ikut ujian apalagi yaaaaa





Bersahabat dengan KRL Relasi Solo - Jogja



Pada postingan sebelumnya saya cerita tentang kereta api Sancaka. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya naik KRL (Kereta Rel Listrik) yang mennghubungkan kota Solo dan Jogja.

Pertama kali naik KRL waktu berangkat tes mengajar di tempat kerja saya yang sekarang. Jam 07.00 di dalam kereta sudah banyak mas-mas dan mbak-mbak yang terlihat sedang akan berangkat kerja. Ada juga yang bawa koper entah untuk traveling atau adek-adek mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di luar kota.  Suasananya mengingatkan saya dengan suasana naik MRT di Singapura ataupun LRT di Malaysia.

Dari beberapa kali naik KRL hampir selalu penuh dan gak kebagian tempat duduk. Tapi saya merasa lebih seru ketika berdiri, berpegangan ke handlenay sambil pake headset dengern musik. Sudah berasa lagi di Korea beneran gak sih haha

Sama seperti MRT ataupun LRT pada umumnya, di KRL tidak diperbolehkan makan dan minum ataupun duduk di lantai. Waktu ada penumpang yang duduk di lantai pakai alas tas ransel langsung ditegur sama petugasnya. 

Kartu Komuter



Harga tiket KRL jauh dekat sama, Rp 8.000 
Jadi dari Solo ke Jogja perlu membayar Rp 8.000 padahal kalau naik ojek online bisa sampai Rp 100.000 T.T kalau yang mau jalan-jalan ke Jogja tapi dana pas-pasan, naik KRL bisa jadi pilihan. 

Metode pembayarannya bisa menggunakan KMT (Kartu Multi Trip) ataupun Gopay. KMT bisa dibeli di stasiun. Misal saldo habis juga bisa langsung top up di stasiun. Kalau malas top up dan gak mau pakai kartu, kita bisa menggunakan Gopay. Praktis. Gak perlu antri. 


Kesan selama naik KRL 

( - ) Rameee. Apalagi kalau yang naik berkelompok dan ngobrol atau tertawa keras. Sangat menggangguu. Tapi yaaa anamanya aja transportasi umum yaa. Shikatanaineee.

( - ) Gak kebagian tempat duduk. Berdiri ham pir 2 jam dari Solo ke Jogja.  Capeek.

( + )  Murah
( + ) Cepat sampe. Gak ada macet
( + ) Keretanya bermotif batik. Sukaaa. 
( + ) Petugasnya keren dalam melaksanakan tugas. Mau menegur penumpang yang duduk di lantai dan tidak memebrikan tempat duduk prioritas kepada yang memerlukan. Mencarikan tempat duduk untuk ibu-ibu yang bawa anak. Kudos to petugas KRL. 

Friday, February 2, 2024

3 Alasan Naik Kereta Api SANCAKA

Sejak pindah kerja keluar kota, keluar provinsi lebih tepatnya saya jadi sering naik kereta api. Bisa dibilang hampir tiap bulan naik kereta. Padahal dulu naik kereta bisa dihitung dengan jari, itupun belum pasti. 

Kenapa Kereta Api? 
Rumah saya lebih dekat dekat Stasiun Gubeng daripada Terminal Bungurasih. dari rumah ke stasiun hanya butuh waktu 10 menit itu pun sudah termasuk macet dan lampu merah. Sedangkan kalau ke Terminal Bungurasih butuh waktu 1 jam lebih belum lagi harus panas-panas di tengah jalan. Selain itu, saya merasa ketika naik kererta saya merasa tenang dan nyaman karena tidak perlu terjebak macet di jalan dan kita dapat duduk di kursi sesuai pilihan. Kenapa SANCAKA? SANCAKA - kereta api yang menghubungkan Surabaya dan Yogyakarta. Menurut google kata SANCAKA berasal dari nama ratu ular sanca yang pengayom dan bertahan di segala keadaan. Sancaka terdiri dari kereta api eksekutif dan ekonomi premium. 

Dalam enam bulan ini bisa dbiilang dari 10 kali naik kereta 8 kali naik Sancaka dan sisanya adalah naik kereta lainnya.

3 alasan kenapa memilih naik Sancaka : 

1. Pilihan jadwal banyak Dalam sehari ada dua belas keberangkatan. Jadwal paling pagi jam 07.00 dan paling malam jam 22.00 -- 

2. Ada kursi ekonomi premium Sancaka melayani penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium. Kalau sedang kayaah milihnya yang eksekutif. Tapi kalau sedang berhemat, ekonomi premium bisa jadi pilihan. Apa bedanya ekonomi premium dan ekonomi biasa. Kalau ekonomi biasa kan duduknya 2-2 tapi berhadap-hadapan. Jadi rasanya awkward gimana gitu ya kalao naik sendirian. Kalau ada teman masih ada yang bisa diajak ngobrol. Beda dengan ekonomi premium, duduknya bersebelahan jadi gak ada tatap muka. Cocok banegt buat orang yang gak suka basa-basi macam sayaa T.T -- 

3. Waktu tempuh lebih cepat Dengan Sancaka jarak Gubeng - Stasiun Balapan hanya ditempuh dalam waktu 3 jam !!! sedangkan kereta lain bisa nyampe 4 jam ! seneng kaan Jadi itu alasan saya memilih naik Sancaka. Bukan berarti kereta api lain gak bagus ya. Next ingin coba kereta api lainnya. Bismillah Turangga Panoramic hheh Perbandingan Sancaka Eksekutif dan Ekonomi Premium

Sertifikat JTEST Pertamakuuu

Tepat tanggal 1 Maret kemarin sertifikat JTEST yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sertifikat dikirim menggunakan TIKI  ke alamat ...