Friday, December 19, 2014

Memories of Bontang...

Maafkeun kalau judulnya agak alay ya :D

Hari terakhir ngantor gak tau mau ngapain. Guru-guru lagi sibuk nyiapin raport, saya nulis blog aja ya :D

Karena ini hari terkahir di YPK, saya ingin cerita tentang Bontang ah. Persembahahn terakhir buat Bontang #eaaa.



Bontang… 





Sebenarnya dulu saya tidak pernah sekalipun punya keinginan atau bemimpi untuk kerja di Bontang. Jangankan keinginan untuk kerja, nama Bontang saja saya tidak tahu. Satu hal yang dulu saya tahu tentang bontang ya hanya klub bola PKT Bontang. Dulu gak paham kalau Bontang itu ternyata nama kota, dan PKT itu nama perusahaan pupuk terbesar di Kalimantan atau bahkan di Indonesia.

Banyak yang sering tanya gimana ceritanya saya bisa ke Bontang. Banyak yang mengira saya di Bontang ada keluarga atau saudara. Iya ada, saudara se-Adam se-Hawa :P

Awalnya, sekitar bulan  Mei 2010 saya mendapat email dari milis jurusan yang memberitahukan kalau ada lowongan pekerjaan untuk mengajar bahasa Jepang di SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang dengan gaji sekian sekian. 

Pertama kali membaca lowongan tersebut yang saya pikirkan adalah gajinya yang lumayan, tapi ini sekolah apa ya?belum pernah dengar nama sekolah ini sebelumnya?. Gak tau saya yang kurang wawasan apa gimana yang pasti saya benar-benar gak tahu ada sekolah yang namanyan Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). 

Meskipun kurang paham SMA YPK itu di mana, saya tetap kirim lamaran pekerjaan via email. Sebenarnya dulu gak ada niat sama sekali untuk melamar kerja di YPK gak ada niat untuk jadi guru. Karena  waktu itu cita-cita saya adalah bekerja di perusahaan Jepang supaya sering berinteraksi dengan orang Jepang ^^

Ya sud,
Beberapa hari setelah mengirim email saya mendapat sms dari managemen YPK yang memberitahukan bahwa saya diharapkan untuk menghadairi tes tulis dan wawancara yang bertempat di perpustakaan Universitas Airlangga. Waktu dapat sms itu saya galau antara datang mengikutti tes atau gak. Karena memang waktu itu saya tidak tertarik untuk bekerja jauh dari Surabaya apalagi di Kalimantan, di tengah hutan >.< 
Kalaupun jauh dari Surabyaa saya inginnya di Bandung atau Jakarta :D Impian saya waktu itu adalah kerja di Bandung atau Jakarta. Gak di perusahaan Jepang juga gak masalah asal kerjanya di kota-kota Jawa Barat atau Jakarta. Sejak saya lulus kuliah hampir lamaran kerja yang saya buat itu untuk wilayah Surabaya atau Jakarta. Jadi kalau ada kerjaan di Kalimantan sepertinya harus pikir-pikir lagi.

Kembali pada “kegalauan” yang saya rasakan, sore-sore bapak menghampiri saya dan bilang kalau tadi siang ada telpon dari YPK tentang pemberitahuan jadwal tes tulis dan wawancara. Bapak semangat sekali waktu itu. Melihat bapak yang semangat anaknya dapat panggilan tes dan wawancara saya jadi mikir-mikir lagi.

===================================================================

Akhirnya saya  memutuskan untuk datang tes. Sampai di tempat tes  sudah banyak orang yang datang. Dan ada satu orang yang sepertinya saya kenal dan membuat saya minder duluan. Dia Senpai saya yang baru pulang dari Jepang. Hah!! ini sudah kayak kalah sebelum berperang. Mas Z di kampus terkenal pintar banget sampai-sampai dia dikirim ke Jepang T.T Ya sudahlah pasrah aja. Bismillah...

 Sebelum tes dimulai kami dikumpulkan dalam satu ruangan.Ternyata tes ini gak hanya untuk calon pengajar bahasa Jepang. Tapi ada juga bidang studi lainnya. Seingat saya ada bahasa Inggris dan Kimia. 
Untuk yang di Surabaya yang melamar jadi pengajar bahasa Jepang hanya dua orang : saya dan Senpai saya tadi. Padahal di Jogja katanya lebih dari sepuluh orang. Beeuh, berdua sama Mas Z aja sudah kayak saingan sama 20 orang.

======================================================================
Tes dimulai !
Soalnya lumayan. Meskipun ada beberapa soal yang jawabnya kurang yakin. Selesai tes semua peserta berada di luar ruangan untuk menunggu tes berikutnya yaitu microteaching dan dilanjut dengan wawancara. 
Heh?microteaching?kenpa mendadak?
kalau diberi tahu sebelumnya kan bisa mempersiapkan materi >.<
Saya    : "yok opo iki Mas?bingung gawe materi opo?".
Mas Z :  " yo ws gawe materi sing gampang disampekno"
Saya    : "Lho ala. Opo yo Mas?Sampean opo?"
Mas Z  : "aku kata kerja"
Saya    : "yo wes aq tak kata sifat ae"
Mas Z  : "Sakjane aku gak tertarik ngajar nang yayasan'e. Aku malah ngincer perusahaan'e. Pupuk Kaltim'e.
Saya     : " Pupuk Kaltim?opo iku Mas?".
Mas Z   : " Pupuk Kaltim iku koyok Petrokimia Gresik iku lho".
Saya     : " Oalah...."
 .........
Mas Z dapat kesempetan microteaching  dan wawancara duluan. Sambil menunggu giliran, saya latihan sendri di luar. Dan itu deg-deg'annya subhnallah.... T.T

Mas Z keluar, sekarang giliran saya !
Masuk ke dalam ruangan sudah ada dua bapak-bapak yang menyapa dan mempersilahkan saya  segera mulai "mengajar". Selesai microteaching di ruangan yang sama saya diwawancara. Ternyata yang mewawancara saya waktu itu adalah Pak Yono dan...................................... Pak Suradji ^^. Pertanyaannya satndart seputar pengalaman kerja, kenapa ingin jadi guru dan sebagainya. 

=======================================================================
Seminggu setelah tes wawancara itu, sekitar tanggal 1 Juli, malam-malam waktu saya dan bapak lagi nonton Piala Dunia di TV, tiba-tiba ada telepon yang memberitahukakn bahwa saya lolos tes wawancara dan diterima kerja di SMA YPK dan harus segera berangkat ke Bontang tanggal 4 Juli. Itu artinya saya hanya punya waktu tiga hari untuk memikirkan dan mempersiapkan semuanya. Sebelum mengiyakan saya tanya ibu dulu. Ibu bilang "Iya" baru saya jawab "Iya".Saya hanya punya waktu tiga hari unutk mempersiakan semua keperluan dan berpamitan dengan teman-teman




Minggu, 4 Juli 2010
Bandara Juanda Surabaya,
 
Keluarga, saudara, tetangga semuanya mengantar saya ke bandara. Saya merasa seperti orang mau berangkat haji :D Waktu mau check-in, semua pada nangis. Ini pertama kalinya jauh dari orangtua. Saya bingung gak tahu harus berekspresi seperti apa. Jujur waktu itu persaannya campur-campur.

Balikpapan !

di Balikpapan ketemu dengan para calon guru lainnya yang datang dari kota yang berbeda. sampai Balikpapan ternyata sudah dijemput oleh pihak yayasan. Waktu itu yang menjemput kami adalah Paka Kas. Inget banget pertanyaan Pak Kas waktu itu :
Saya        :  "Wuaaah ini ya yang namanya Balikpapan...".
Pak Kas  :  " Iya. Hayo ibukota Kalimantan Timur apa?"
Saya        : " Balikpapan kan pak?"
Pak Kas  : "Hahaha. Bukan bu. Bukan Balikpapan. Tapi Samarinda".
Saya        : "Tapi bandaranya di Balikpapan pak...."
......

Sampai bukit Soeharto saya mabuk. Ini pertama kalinya saya mabuk kendaraan T.T pengen nangis. Rasanya pengen kembali ke Surabaya. Apallagi waktu melewati hutan. Saya mikirnya apa saya akan dijadikan TKW ya?Apa nanti ngajarnya di tengah hutan, di rumah-rumah panggung atau rumah pohon seperti di film-film.

to be continued...

2010


2010
2011












2012












We Don't Meet People by Accident, They Are Meant to Across Our Path for a Reason

Friday, December 5, 2014

Tentang Aku dan Saya


Hari ini saya mengawas ujian sumatif untuk mata pelajaran Matematika di ruang 18. Satu ruang terdiri dari tiga (angkatan) kelas yaitu kelas X, XII, dan XII.

Kalau ujian mata pelajaran matematika seperti ini memang cenderung lebih "sunyi" dari biasanya :D
Waktu di tengah-tengah ujian ada siswa yang meminta kertas buram lagi. Mungkin kertasnya sudah habis buat ngitung-ngitung. Waktu itu terjadi percakapan yang bikin saya #ngeek ! >.<

Siswa  : Bu, minta kertas buram lagi.
Saya    : Sudah habis. Gak ada lagi.
Siswa  : Aku bawa kertas dari rumah, boleh dipake?
Saya    : (hehhh?? saya gurunya bilang "aku"?). Silahkan.






Sebenarnya ini bukan pertama kali saya mendengar siswa menggunakan kata "aku". Ketika yang menggunakan "aku" adalah siswa kelas XII saya tidak terlalu mempermasalahkannya karena kami sudah dekat dan usia kami juga tidak terlalu jauh. Tapi ini beda. Saya tidak pernah mengajar siswa ini. Bisa dibilang ini pertemuan pertama :D dibilang "aku" oleh seseorang yang baru pertama kali ketemu atau bahkan yang usianya lebih muda dari kita itu sakitnya di sini #jlebb.

Pernah suatu hari saya tidak sengaja menonton program TV yang dibawakan oleh seorang artis yang pada waktu itu bintang tamunya adalah Menteri Negera BUMN - Pak Dahlan Iskan. Dalam dialog-dilaognya dengan Pak Dahlan Iskan, si pembawa acara selalu menggunakan kata "aku".
 Misalnya : " Aku suka makanan ini bla bla bla....".
 Waktu mendengar dialog seperti itu koq rasanya saya ingin protes ya. Yang diajak bicara itu menteri negara bukan adik atau malah sopir si pembawa acara. Apalagi usia antara si pembawa acara dan Pak Dahlan Iskan yang jauh berbeda. Harusnya lebih bijak jika menggunakan "saya".

Menurut saya Bahasa Indonesia tidak seperti bahasa Inggris yang "Aku" dan "Saya" selalu "I", "Kamu" dan "Anda" selalu "You". Tapi Bahasa Indonesia itu seperti bahasa Jepang dimana "Aku" adalah "Boku" dan "Saya" adalah "Watashi". Atau bisa juga seperti bahasa Korea yang "Aku" adalah "Na" dan "Saya" adalah "Jeo". 

Penggunaan "Aku" dan "Saya" dalam bahasa Jepang dan Korea tergantung pada siapa yang berbicara dan siapa yang diajak bicara. Umur, status serta kapan dan dimana kita berbicara mempengaruhi kata/bahasa yang kita gunakan. Selain bahasa Jepang dan Korea, bahasa Jawa, Sunda, dan Madura juga bisa dijadikan contoh.

Kalau tentang penggunaan bahasa saya memang agak sensitif. Mungkin karena saya mempelajari bahasa Jepang dan Korea yang memang bahasa tersebut mengenal tingkatan bahasa. Mungkin bukan hanya saya yang merasa seperti ini, orang-orang yang mempelajari bahasa pasti juga akan merasakan hal yang sama :)

========================================================================
Diluar topik di atas, kadang saya juga agak kesal kalau dibilang tidak nasionalis hanya karena saya mempelajari Bahasa Jepang/Korea. Hemmm padahal kalau dipikir-pikir justru dengan mempelajari bahasa Asing saya malah semakin mencintai bahasa saya sendiri - bahasa Indonesia #ehemm
koq bisa?
iya...
Ilmu yang dipelajari dalam bahasa Jepang/Korea ternyata (memang) bisa diterapkan dalam bahasa Indonesia. Ya misalnya seperti contoh di atas, saya jadinya lebih peka dalam penggunaan bahasa Indonesia. (memuji diri sendiri). 


# Jadi ingin kuliah lagi. Berharap menjadi Ainun dan ikut Habibie ke Korea atau Jepang :D